Showing posts with label Puisi. Show all posts
Showing posts with label Puisi. Show all posts

Sunday, February 03, 2013

Tuan Hujan #2

'Tuan Hujan Berkerah Senja'


"Hey kamu, Tuan Hujan berkerah senja
Mengapa datang malumalu?
Aku rindu kamu tahu"



"Senja sembunyi diantara pekat gradiasi
Senja sedang meneduh meski hujan tampak malumalu"

"Tapi kan kamu tahu
Rinduku sudah sejak bertahun lalu"

Saturday, January 12, 2013

Tuan Hujan #1

Tuan Hujan Pemalu


kamu menyapaku malumalu
bahkan senja menyipit dan tersipu
dedaunan bergoyang kemayu
ahh, rinduku satusatu

kamu tak bisa terus begitu
lamalama dan jauh
kita satu raga dalam jingga
biarkan kelabu dan biru tanpa ratu

aku rindu kamu tuanhujan
baumu yang dingin sendu
seperti bau roti bakar
dan rasa jeruk yang kecut

Saturday, June 05, 2010

aku aku

Aku menatap pada senja, dan warna jingga.
meratap rona, menjelang gulita.
ia duduk di teras rumah, menggamit aku yang terselip di tangannya.
aku pernah ia baca berulang kali,
pada pagi,siang,senja,hingga petang.
aku pernah terselip di sungging senyumnya.
aku pernah bersuara seiring detaknya.
aku menjadi bagian teristimewa dibanding ratusan halaman lainnya.
aku pernah bersanding dengan senja,
beriringan dengan bulan,
tertawa bersama malam.
aku pernah mengenalkan pelangi,
bahkan berhembus dengan angin selatan.

aku aku, yang terselip di halaman 138 paragraf ke-2 baris ke-12.
aku aku, yang terlipat kusut di antara 1000 halaman.
ya, itu aku.

Monday, April 12, 2010

Hujan di Bulan juni - Sapardi Djoko Damono.


Tidak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya titik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu

Tuesday, January 27, 2009

AKU INGIN

aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu dan api yang menjadikannya abu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana:
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.


By. Sapardi Djoko Damono


Anyone remember this poet? inget nggk waktu zamannya lo SMA,
tiap ujian bahasa indonesiah pasti ni soal keluar?? gue aja ampe apal bangedd!
kangen masa SMAaaaaa...huhu.
buat yg masih SMA siap2 dengan soal ini nih!!

TAK ADA

tak ada kata tanpa makna
tak ada nada tanpa rasa
tak ada warna tanpa nuansa
tak ada tatap tanpa sikap

jadi,
terserah dengan cara apa
kau mau bicara


By.
Karsono H. Saputra dalam 'Ku dan Mu'

KERAGUAN

kau memang tampan
dan jutawan
tapi mulutmu nyinyir nenek tujupuluhan
dan tanganmu menggenggam khawatir berlebihan

:bahagiakah aku disisimu, nanti?


By. Karsono H. Saputra dalam Ku dan Mu

Tuh liat, buat cowok2 yg bawel dan overprotective ama ceweknya. This poet dedicated for u.haha

Tentang Wanita

Wanita itu, katanya, seperti puisi
Yang tak pernah jadi.


Asep Samboja dalam ‘Kusampirkan Cintaku di Jemuran’

Sunday, January 18, 2009

TAU

Cinta tak ada batasan kata
Cinta tak ada batasan estetika
Cinta tak ada batasan bahasa
Cinta tak ada batasan budaya
Cinta tak ada batasan jiwa
Tapi, cinta masih tau norma!

By. Rifa'

Thursday, January 15, 2009

Hampiran Rasa

Biarkan perasaanku yang menghampirinya
Bukan kata, bukan tindakan
Dan biarkan dia yang membacanya
Bukan karena kata, bukan karena tindakan
Tapi, karena perasaan

By. Mira

Tuesday, January 13, 2009

Kerendahan Hati

Kalau engkau tak mampu menjadi beringin
Yang tegak di puncak bukit,
Jadilah belukar,
Tetapi belukar yang baik, yang tumbuh di tepi danau.

Jika kamu tak sanggup menjadi belukar,
Jadilah saja rumput, rumput yang memperkuat tanggul di pinggiran jalan.

Kalau engkau tak mampu menjadi jalan raya, jadilah saja jalan kecil
Tetapi jalan setapak yang membawa orang ke mata air.

Tidaklah semua orang menjadi kapten,
Tentu harus ada awak kapalnya.
Bukan besar-kecilnya tugas yang menjadikan tinggi.
Rendahnya nilai dirimu...
Sebaik-baiknya dari dirimu sendiri.

Taufik Ismail

Wednesday, January 07, 2009

Lagu Gelombang

Aku telah bernyanyi untukmu,
tapi kau tidak juga menari

Aku telah menangis di depanmu,
tapi kau tidak juga mengerti

apakah aku harus menangis sambil bernyanyi?



Kahlil Gibran

kuas dan konte

Kuas dan Konte,
berlarian dan berkejaan
di atas kertas tanpa kanvas
beralas tanah tanpa papan


By. Rifa' ~ 27 November 2006