Showing posts with label Hujan. Show all posts
Showing posts with label Hujan. Show all posts

Sunday, February 03, 2013

Tuan Hujan #3



Setiap detik adalah moment
seperti buih yang langsung berpendar ketika sampai
seperti cahaya yang memudar setelah usai
serupa rintik yang sekejap menguap kembali
dan waktu yang tak kan terulang

dari sana kita belajar cinta
mengasihi untuk sesama, tanpa berasa-asa

kita bisa belajar pada kata
banyak darinya yang mampu berdiri sendiri
tapi bersanding membuatnya lebih berarti

manusia-manusia kaca
bercerita pada hujan
melalui nada tanpa rupa
bersenandung dengan iring-iringan cahaya
menari memenuhi ruang-ruang warna

mereka tak bisu kata
hanya memilih diam sebagai bahasa
tak hanya ragu yang menipu
tapi waktu yang purapura tak tahu-menahu

Tuan Hujan #2

'Tuan Hujan Berkerah Senja'


"Hey kamu, Tuan Hujan berkerah senja
Mengapa datang malumalu?
Aku rindu kamu tahu"



"Senja sembunyi diantara pekat gradiasi
Senja sedang meneduh meski hujan tampak malumalu"

"Tapi kan kamu tahu
Rinduku sudah sejak bertahun lalu"

Saturday, January 12, 2013

Tuan Hujan #1

Tuan Hujan Pemalu


kamu menyapaku malumalu
bahkan senja menyipit dan tersipu
dedaunan bergoyang kemayu
ahh, rinduku satusatu

kamu tak bisa terus begitu
lamalama dan jauh
kita satu raga dalam jingga
biarkan kelabu dan biru tanpa ratu

aku rindu kamu tuanhujan
baumu yang dingin sendu
seperti bau roti bakar
dan rasa jeruk yang kecut

Monday, April 12, 2010

Hujan di Bulan juni - Sapardi Djoko Damono.


Tidak ada yang lebih tabah
dari hujan bulan juni
dirahasiakannya titik rindunya
kepada pohon berbunga itu
tak ada yang lebih bijak
dari hujan bulan juni
dihapusnya jejak-jejak kakinya
yang ragu-ragu di jalan itu
tak ada yang lebih arif dari hujan bulan juni
dibiarkannya yang tak terucapkan
diserap akar pohon bunga itu